Site icon PARTNERHVACR.ID

Thermal Comfort di Iklim Tropis: ASHRAE 55, PMV/PPD, dan Kenapa 22°C Belum Tentu Nyaman

Mengapa Semua Orang Merasakan Suhu yang Berbeda?

Seorang manajer gedung mendapat puluhan keluhan dari karyawan: ada yang bilang terlalu dingin, ada yang bilang terlalu panas — dalam ruangan yang sama, dengan termostat menunjukkan 22°C. Ini bukan drama kantor. Ini adalah realitas fisika manusia dan thermal comfort yang telah diteliti selama lebih dari 50 tahun.

Model PMV/PPD Fanger (1970)

Predicted Mean Vote (PMV) adalah model matematika untuk memprediksi respons termal rata-rata sekelompok orang pada kondisi tertentu. Skala PMV: -3 (sangat dingin) hingga +3 (sangat panas), dengan 0 sebagai kondisi netral ideal.

Predicted Percentage Dissatisfied (PPD) menghitung persentase penghuni yang tidak nyaman:

Standar ASHRAE 55 mensyaratkan PMV dalam rentang -0,5 hingga +0,5, yang menghasilkan PPD ≤ 10%.

Enam Faktor yang Menentukan Thermal Comfort

Faktor Fisik Lingkungan

  1. Air temperature (T_a): suhu udara yang dibaca termostat
  2. Mean radiant temperature (T_r): panas radiasi dari permukaan sekitar (dinding, jendela terkena matahari)
  3. Air velocity (v_a): kecepatan pergerakan udara — draft terasa >0,35 m/s
  4. Humidity (RH): kelembaban udara

Faktor Personal

  1. Metabolic rate (met): 1 met = duduk diam, 2 met = berjalan, 4 met = kerja fisik berat
  2. Clothing insulation (clo): 0,5 clo (kaos, celana pendek) hingga 1,5 clo (jas tebal)

Adaptive Comfort Model untuk Iklim Tropis

ASHRAE 55-2023 menyertakan Adaptive Comfort Model untuk gedung dengan ventilasi alami atau hybrid:

T_comfort = 0,31 × T_prevailing_outdoor + 17,8°C

Di Indonesia dengan suhu luar rata-rata 28°C: T_comfort = 0,31 × 28 + 17,8 = 26,5°C — bukan 22°C yang sering dipaksakan.

Penelitian Karyono (2000) pada penghuni gedung di Jakarta juga menemukan bahwa suhu netral aktual berkisar 26,5–28°C, lebih tinggi dari prediksi PMV standar Eropa.

Implikasi Praktis: Setpoint Optimal untuk Kantor di Indonesia

Mengeset AC ke 22°C di kantor Indonesia bisa mengakibatkan PPD tinggi untuk karyawan lokal yang telah beradaptasi secara fisiologis dan budaya. Setiap 1°C kenaikan setpoint juga menghemat sekitar 6% energi AC.

Rekomendasi berbasis data untuk kantor tropis Indonesia:

Daftar Pustaka

  1. ASHRAE. (2023). ASHRAE Standard 55-2023: Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy. Atlanta: ASHRAE.
  2. Fanger, P. O. (1970). Thermal Comfort: Analysis and Applications in Environmental Engineering. Danish Technical Press.
  3. de Dear, R. J., & Brager, G. S. (2002). Thermal comfort in naturally ventilated buildings: revisions to ASHRAE Standard 55. Energy and Buildings, 34(6), 549–561.
  4. Nicol, J. F., Humphreys, M. A., & Roaf, S. (2012). Adaptive Thermal Comfort: Principles and Practice. Routledge.
  5. Karyono, T. H. (2000). Report on thermal comfort and building energy studies in Jakarta, Indonesia. Building and Environment, 35(1), 77–90.
  6. ISO. (2005). ISO 7730:2005: Ergonomics of the Thermal Environment — PMV and PPD Indices. Geneva: ISO.

Sumber Data: Studi kenyamanan termal mengacu pada penelitian Karyono (2000) dan survey partnerhvacr.id/ terhadap 350 occupant di 8 gedung Jakarta dan Bekasi (2022).

Exit mobile version