Skip to content
Edukasi Teknik HVAC

HVAC untuk Rumah Sakit: Persyaratan Kritis ASHRAE 170 dan Kontrol Infeksi Nosokomial

HVAC yang Mempertaruhkan Keselamatan Pasien

HVAC di rumah sakit bukan sekadar kenyamanan — ini adalah sistem kritis yang secara langsung mempengaruhi infection control, keselamatan pasien, dan operabilitas ruang bedah. Penelitian menunjukkan bahwa HVAC yang tidak tepat berkontribusi pada 10–30% kasus infeksi nosokomial (Hospital-Acquired Infections / HAI).

Di Indonesia, regulasi pengelolaan fasilitas kesehatan mencakup Permenkes No. 66/2016 tentang K3RS dan standar akreditasi SNARS/JCI yang mensyaratkan kondisi lingkungan tertentu untuk setiap jenis ruangan.

Klasifikasi Area Berdasarkan ASHRAE Standard 170-2021

Area Tekanan ACH Total Filter Suhu RH
Ruang Operasi (OR) Positif 20–25 HEPA 17–27°C 20–60%
ICU Positif 12 F7 (min) 21–24°C 30–60%
Isolasi Protektif Positif 12 HEPA 21–24°C 30–60%
Isolasi Airborne (AII) Negatif 12 HEPA exhaust 21–24°C 30–60%
Farmasi Steril Positif 20 HEPA ISO 5 16–20°C 30–60%
Rawat Inap Umum Negatif/netral 6 F5 21–24°C 30–60%

Pressure Control: Positive vs Negative Pressure

Positive Pressure (Protective Isolation)

Digunakan untuk melindungi pasien rentan (immunocompromised, transplant, luka bakar). Tekanan di dalam ruangan > tekanan koridor — mencegah partikel dan patogen masuk dari area luar. Minimum gradient: 12,5 Pa.

Negative Pressure (Airborne Infection Isolation — AII)

Digunakan untuk mengisolasi pasien infeksius (TB aktif, COVID-19, cacar air). Tekanan di dalam < tekanan koridor — udara bergerak masuk ruangan, tidak bocor keluar. Exhaust harus melalui HEPA filter atau langsung ke luar gedung tanpa resirkulasi.

Ruang Operasi: Persyaratan Paling Kritis

  1. Unidirectional (laminar) flow di zona critical (meja operasi): 0,25–0,46 m/s vertikal
  2. HEPA filter wajib di area operasi
  3. 100% exhaust — tidak ada udara ruang operasi yang diresirkulasi ke ruangan lain
  4. Suhu dan humidity dapat disesuaikan sesuai jenis prosedur operasi
  5. Quick recovery time: kembali ke setpoint dalam <15 menit setelah kontaminasi potensial

Humidification untuk Ruang Operasi

Di Indonesia dengan RH outdoor 70–85%, dehumidifikasi biasanya menjadi tantangan utama. Namun ruang operasi membutuhkan kontrol humidity dua arah:

  • RH <20%: risiko electrostatic discharge (ESD) yang berbahaya untuk gas anestesi
  • RH >60%: pertumbuhan jamur dan kondensasi pada permukaan steril

Sistem isothermal steam humidifier direkomendasikan — higienis, tidak ada risiko mikrobiologis dari air humidification berbasis penguapan.

Daftar Pustaka

  1. ASHRAE. (2021). ASHRAE Standard 170-2021: Ventilation of Health Care Facilities. Atlanta: ASHRAE.
  2. FGI. (2018). Guidelines for Design and Construction of Health Care Facilities. Washington: Facilities Guidelines Institute.
  3. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Permenkes No. 66 Tahun 2016 tentang K3RS. Jakarta: Kemenkes RI.
  4. CDC. (2003). Guidelines for Environmental Infection Control in Health-Care Facilities. Atlanta: CDC.
  5. ASHRAE. (2022). ASHRAE Handbook — HVAC Applications, Chapter 8: Health-Care Facilities. Atlanta: ASHRAE.
  6. WHO. (2021). Natural Ventilation for Infection Control in Health-Care Settings. Geneva: WHO.

Sumber Data: Persyaratan teknis mengacu pada ASHRAE 170-2021 dan FGI Guidelines 2018. Data kasus infeksi nosokomial terkait HVAC mengacu pada CDC Guidelines 2003. Proyek RS Tipe B di Bekasi oleh partnerhvacr.id/ (2023).